Belanja Modal Pemprov Sulsel Naik 15%

Belanja Modal Pemprov Sulsel Naik 15%

MAKASSAR — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulsel dan Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) Pemprov Sulsel, sepakat menaikkan jumlah belanja modal sebesar 15% dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2018.

Ketua Banggar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan hasil pembahasan antara Banggar dengan TPAD. Selain itu, dalam rancangan KUA PPAS Pemprov Sulsel 2018, pendapatan daerah dinaikkan sebesar Rp9,43 triliun, atau naik sekitar 5,28% dengan nilai sebesar Rp531 miliar dibanding APBD 2017.

Sedangkan khusus belanja tidak langsung dinaikkan menjadi Rp6,6 triliun lebih, atau naik sebesar Rp83 miliar dibanding tahun ini. Begitu juga dengan belanja langsung yang nilainya tahun depan sebesar Rp2,7 triliun lebih, atau naik sekitar Rp201 miliar lebih.

“Sesuai hasil kesepakatan antara Banggar dengan TPAD Pemprov, belanja modal naik sekitar 15%,” katanya saat penandatanganan KUA PPAS tahun anggaran 2018, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Banggar DPRD Sulsel berharap agar gubernur secepatnya menyampaikan kepada seluruh OPD lingkup pemprov untuk menyusun rencana kerja anggaran.

Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebelumnya, mengatakan, rapat konsultasi itu merupakan tahapan tak terpisahkan dari proses penyusunan RAPBD Provinsi Sulsel Tahun 2018. Dan kebijakan pembangunan Sulsel sendiri tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Tema tahun ini, yaitu, akselarasi pemerataan pembangunan wilayah dalam meningkatkan daya saing, serta menjaga stabilitas politik dan ekonomi,” kata Syahrul YL.

SYL menambahkan untuk itu Pemprov Sulsel melakukan kebijakan prioritas diantaranya, pemeliharaan ketertiban dan pengembangan demokrasi, pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan pendidikan, kepemudaan olahraga, kebudayaan dan pembinaan kesehatan.

Selain itu, pengembangan kawasan strategis, peningkatan kapasitas birokrasi dan kelembagaan serta peningkatan daya saing pasar internasional.

Syahrul menambahkan, tahun depan merupakan tahun politik di Sulsel, harus benar-benar fokus untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi daerah.(u.co.id)